Tuduhan Rasulullah SAW Seorang Yang Bodoh

Tuduhan yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW adalah orang bodoh karena tidak bisa membaca dan menulis.

Sanggahan:

  1. Membaca dan menulis adalah alat dan media komunikasi yang dapat tergantikan. Orang yang tidak bisa membaca dapat meminta tolong untuk dibacakan dan orang yang tidak bisa menulis dapat meminta tolong untuk dituliskan. Hampir semua pimpinan negara dan perusahaan besar saat ini, tidak lagi membaca, apalagi menulis. Meski mereka bisa membaca dan menulis, namun banyak yang memilih untuk dibacakan dan dituliskan.
  2. Berbeda dengan sekarang, pada zaman nabi dahulu, tulis menulis bukanlah media utama komunikasi dan informasi. Kedua hal tadi masih lebih menggunakan media oral dan hafal atau lisan dan ingatan. Nabi Muhammad SAW mempunyai kemampuan sempurna untuk hal ini.
  3. Kepandaian seseorang bukan hanya dapat diukur  dengan mampunya orang itu untuk menulis dan membaca, akan tetapi masih banya kecakapan lainnya yang lebih dominan.
  4. Berbeda dengan manusia biasa yang mendapatkan ilmu melalui usaha, seorang nabi mendapatkan ilmu melalui jalur wahyu atau laduni.
  5. Dengan tidak mampunya Rasulullah SAW membaca dan menulis, akan menjadi bukti tambahan bahwa beliau adalah Nabi yang membawa berita, bukan pembuat berita. Walhasil, al-Qur’an bukan jiplakan injil atau Taurat atau Zabur, meski banyak unsur kesamaan terutama pada masalah-masalah tauhid, karena semuanya berasal dari Allah SWT.