Kondisi Sebelum Wafat

  • Setelah pulang dari Haji Wada’, perasaan Rasulullah SAW sangatlah bahagia. Kemenangan yang dijanjikan dalam surat al-Nasr sudah diperoleh. Setelah musuh terbesar umat Islam dapat dikalahkan, maka secara otomatis, kehidupan yang akan datang akan lebih stabil, kaum muslimin dapat melaksanakan ajaran agamanya dengan lebih baik lagi. Tidak ada lagi orang yang melarang untuk thawaf, umrah dan haji.
  • Di awal tahun ke 11 H, Rasululah SAW mempersiapkan pasukan untuk menyebarkan agama ke Syam. Baginda memilih Usamah ibn Zayd, pemuda yang belum lagi genap dua puluh tahun menjadi panglima. Pasukan besar ini mengambil camp persiapannya di daerah Jurf, di luar kota Madinah.
  • Senin 29 Safar 11 H, setelah ikut menguburkan jenazah di Baqi, Rasulullah SAW merasa sakit kepala yang lebih dari biasanya, bahkan suhu badan beliau pun naik, melebihi suhu yang normal.
  • Mendengar Rasulullah SAW jatuh sakit, pasukan yang sudah dipersiapkan ini menunda rencana untuk meninggalkan Madinah menuju Syam.
  • Lebih kurang 13-14 hari Rasulullah SAW sakit sebelum akhirnya meninggal dunia. Dan selama 11 hari beliau shalat berjamaah dan sebagai imam dalam kondisi sakit.