Yang Menguburkan

Setelah selesai memandikan jasad Rasulullah SAW, para sahabat dekat berselisih pendapat tentang tempat Rasulullah SAW akan dimakamkan.

Abu Bakar berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

Tidaklah seorang Nabi diambil nyawanya kecuali di tempat itu pula ia dimakamkan.

(HR. al-Tirmizi, Ibn Majah, Abu Ya'la dan Baihaqi)

Mendengar berita ini, Abu Thalhah mengangkat kasur tempat Rasulullah SAW terbaring. Beliau segera menggali liang lahat sebagai tempat nantinya Rasulullah SAW akan dikuburkan.

Cara memasukkan jasad beliau adalah dengan memasukkan bagian kepala terlebih dahulu, menarik tempat tidur, baru semua jasad masuk ke liang.

Sedangkan mereka yang memasukkan jenazah ke liang lahat adalah:

Riwayat yang pasti:

  1. Ali ibn Abi Thalib.
  2. al-Fadhl ibn al-'Abbas.
  3. Qutsam ibn al-'Abbas.

Riwayat yang kurang pasti, satu atau dua dari nama-nama berikut:

  1. Abdullah ibn al-'Abbas.                         
  2. Abdurrahman ibn 'Auf.               
  3. Usamah ibn Zayd.                                   
  4. Abu Bakar al-Shiddiq.
  5. Seorang dari Ashar, Aus ibn Khauli.
  6. Shaleh (pembantu Rasulullah SAW).
  7. Syuqran (pembantu Rasulullah SAW).

Rasulullah SAW selesai dikuburkan pada tengah malam Rabu 14 Rabi’ al-Awwal 11 H, sekitar 40 jam setelah menghembuskan nafas terakhirnya.